Kontak Kami
Jl.Veteran parit lalang Pangkalpinang
– Bangka
08127861651
08127861651
Kalender
Pengunjung

“HUTAN PELAWAN”

Di wilayah Kecamatan Namang tepatnya di Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah dikembangkan kawasan hutan lindung kalong seluas 52,4 Ha yang bersertifikat menjadi 152,4 Ha. Hutan lindung kalong tersebut bisa berfungsi sebagai kawasan wisata hutan. Selain itu, juga akan menjadi paru-paru udara bagi Kabupaten Bangka Tengah. Hutan yang terdiri atas beragam spesies pohon seperti gelam, leting, pelawan, dan rempodong merupakan sumber bagi para lebah untuk menghasilkan madu khususnya pohon pelawan.

Desa Namang adalah sedikit desa di Bangka Belitung yang berhasil mempertahankan keberadaan Hutan Pelawan yang luasannya semakin sedikit karena terkonversi menjadi permukiman ataupun perkebunan dan pertambangan. Karena kegigihan kepala desa ini, Desa namang menjadi desa wisata dengan produk unggulan yang terkait dengan Hutan Pelawan.

Di Desa Namang, selain dihasilkan produk-produk Hutan Pelawan seperti Jamur dan madu Pelawan, juga menghasilkan beras merah yang rasanya enak. Ketika menuju Hutan Kalong / Hutan Pelawan, akan melewati sawah-sawah serta kebun sayur warga, serta semak-semak khas Bangka Belitung yang ditumbuhi tanaman Kramunting dan Kraduduk. Biasanya, ketika berkunjung ke Desa Namang, pengunjung akan berhenti sejenak di pondok di pinggir sawah untuk menikmati hidangan nasi merah, lempah darat, lempah kuning, lempah kulat/jamur pelawan dan menikmati jus madu pelawan.

Pembudidayaan jamur pelawan yang tumbuh subur dapat menjadi salah satu potensi kekayaan alam dan wisata hutan di Desa Namang sehingga serbuk bunga jamur pelawan yang diserap oleh lebah dapat menghasilkan madu pahit yang menjadi madu khas Bangka Tengah. Lebah hanya terbang dari sarang mencari nektar, polen, propolis, dan air. Itulah sebabnya, madu pelawan sangat istimewa dibanding madu-madu jenis lain.

Bunga pohon pelawan adalah sumber nektar bagi lebah hutan. Rasa madu pelawan sangat khas, agak pahit. Namun, setelah madu ditelan, rasa pahit itu hilang. Rasa pahit itu karena kandungan alkaloid yang merupakan bahan obat antara lain berkhasiat sebagai antiinfeksi sehingga manjur menjaga kekebalan tubuh dan mengatasi beragam penyakit. Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa madu pelawan telah dikembangkan pula oleh kelompok usaha produktif di kawasan hutan lindung
Musim panen untuk madu pelawan di kawasan hutan kalong kemungkinan besar adalah pada bulan September, Oktober, November sampai Desember saat pergantian musim, tepatnya awal bulan September karena jamur pelawan akan sangat banyak tumbuh di kawasan hutan Kalong.

Pemanfaatan lahan bekas tambang menjadi lahan pertanian juga dikembangkan di daerah ini dengan cara pengembalian tanah permukaan dan pembenaman bahan organik. Setelah 1 – 2 tahun lahan siap ditanami tanaman pionir seperti sengon dan akasia. Lahan bekas tambang timah ternyata dapat pula dimanfaatkan untuk budidaya padi.

sewamobilbangka rentalmobilbangka sewahiacebangka

Jam